Senin, 28 Januari 2013

5 Kebudayaan Indonesia yang Mendunia


5 BUDAYA INDONESIA YANG MENDUNIA

Indonesia adalah negara yang memiliki beribu-ribu pulau yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Dengan banyaknya pulau-pulau tersebut. Indonesia memiliki banyak budaya, kerajinan dan lain-lain. Misalnya pakaian adat, tarian tradisional, alat musik tradisional, dan masih banyak lagi. Berikut adalah salah satu budaya Indonesia yang sudah mendunia yaitu :


1. Angklung



Angklung adalah alat musik multitortal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat. Berbahasa sunda di pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu). Sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2,3,sampai 4 nada dalam setiap ukuran kecil.



Angklung Indonesia ini telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya. Tak benda atau intangible cultural heritage. Penyerahan resmi sertifikat dilaksanakan di Jakarta, pada 19 Januari 2011. Sertifikat ini diserahkan oleh mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi kepada menteri pendidikan nasional Muhammad Nuh. Taufik menyatakan angklung digemari diluar negeri. Negara-negara seperti Korea, Jepang dan Malaysia. Telah mengenalkan angklung pada anak-anak usia sekolah.





2. Wayang Kulit




Beberapa waktu yang lalu, Presiden SBY beserta para menterinya menikmati acara wayang kulit yang ditayangkan secara langsung juga oleh Indosiar. Pada acara tersebut juga ada dalang asal Amerika, ada pesinden dari Jepang, Amerika dan juga beberapa negara lain. Dalang dan pesinden Amerika itu sudah belajar bahasa Jawa dan budaya Jawa, termasuk kesenian nya. Betapa bangganya para pejabat kita, karena budaya kita sudah dikuasai benar oleh mereka, para orang asing itu. Apakah para pejabat itu merasa bahwa seni wayang kulit, sebagai bagian dari budaya kita itu sedang dicuri oleh orang2 luar negara ? Tentu tidak, buktinya mereka bangga. Begitu juga dengan Malaysia, sejak puluhan tahun mereka banyak belajar dari Indonesia, dari mulai pertanian di IPB, keteknikan di ITB dan MIPA di UGM, kedokteran di hampir semua kota ada pelajar Malaysianya, bahkan hampir 20 persen mahasiswa kedokteran adalah warga negara Malaysia. Demikian juga Guru2 matematika, Fisika, Kimia, Biologi sejak puluhan tahun yang lalu banyak yang datang dari Indonesia mengajar ke Malaysia. Sekarang juga dosen2nya banyak yang mengajar di sana. Sehingga lah sang murid lebih pandai daripada guru2nya sendiri. Apakah jika ada murid yang lebih pandai dari Sang Guru, maka guru akan merasa terhina, akan merasa dikalahkan ? Saya kira tidak. Guru profesional justru akan bangga jika anak muridnya lebih pandai dari dirinya sendiri. Karena itu artinya, Guru itu berhasil mentransfer ilmunya.Suatu saat nanti, Amerika akan mengiklankan Wayang Kulit, dengan dalang misalnya : Ki Dalang Stevens, Ki Dalang George, dengan sindennya Margareth siapa gitu Lho. Apakah kita akan marah ? Ya boleh2 saja marah. Gak ada yang melarang kok.

Cuma kita harus sadar, bahwa budaya Indonesia sudah mengglobal, sudah mendunia. Kalau ada orang lain mempelajari, meniru, kemudian memproduksi dan memasarkan, bagaimana ?





3. Tari Saman dari Aceh





Salah satu hal daya tarik provinsi Aceh adalah Tari Samannya. Tarian ini bisa dibilang mendunia karena telah dipilih oleh UNESCO sebagai warisan budaya. Jenis tarian dari suku Gayo Aceh Tenggara ini sering ditampilkan pada festival-festival kesenian di beberapa penjuru dunia.

Diciptakan oleh seorang Syekh bernama Syekh Saman, yang merupakan ulama yang menyebarkan agama Islam di Aceh pada abad ke-14. Tarian ini pula merupakan salah satu cara beliau dalam menyebarkan ajaran agama Islam karena tari saman sering dipentaskan pada acara-acara Islam seperti Maulid Nabi dan tahun baru Islam.
Kesenian Aceh ini terbilang unik dan berbeda dari seni tari lainnya, jika kebanyakan seni tari diiringi oleh irama musik dan gerajan yang gemulai. Sedangkan untuk tari saman, musiknya berasal dari kombinasi kekompakan tepukan dada, paha, dan lantai yang berirama serta dilengkapi dengan gerakan yang lincah, tidak kalah dengan kelincahan penari kecak Bali. Karena begitu cepatnya gerakan tangan para penari membuat tarian ini sering dijuluki dengan tarian seribu tangan.


4. Tari Rateb Meuseukat dari Aceh


Jika Anda mengenal tarian yang dilakukan dengan cara duduk bersila dan dilakukan oleh wanita berbaris menyamping sambil bernyanyi, tarian itu adalah Tarian Ratéb Meuseukat yang berasal dari Aceh. Nama Ratéb Meuseukat berasal dari bahasa Arab yaitu Ratéb asal kata ratib yang artinya ibadat dan Meuseukat asal katanya dari sakat yang berarti diam.
Menurut sumber, Tari Ratéb Meuseukat ini diciptakan oleh anak Teungku Abdurrahim atau biasa disebut Habib Seunagan (Nagan Raya), sedangkan syair atau rateb-nya diciptakan oleh Teungku Chik di Kala, seorang ulama di Seunagan yang hidup pada abad ke XIX. Isi dan kandungan syairnya terdiri dari sanjungan dan puji-pujian kepada Allah dan Nabi. Tarian ini dimainkan oleh sejumlah perempuan dengan pakaian adat Aceh.
Pada awalnya tarian ini dimainkan setelah selesai mengaji pelajaran agama pada malam hari sebagai media dakwah. Pada akhirnya tari Ratéb Meuseukat dipertunjukan juga pada upacara agama dan hari-hari besar, seperti upacara perkawinan, dan lainnya yang tidak bertentangan dengan agama.
Tarian Ratéb Meuseukat sudah terkenal ke mancanegara, hal ini dikarenakan keindahan, kedinamisan, dan kecepatan gerakannya.
Banyak yang salah mengartikan tarian Ratéb Meuseukat dengan tarian Saman. Padahal pada nyatanya mereka berbeda. Tarian Saman berasal dari suku Gayo, dalam kehidupan masyarakat Gayo tarian ini berfungsi sebagai alat pemersatu, hal ini dapat diamati dari munculnya sistem kekerabatan baru dalam pranata sosial masyarakat Gayo Lues, Istilah “berserinen” merupakan salah satu sistem, serinen artinya bersahabat.
Tarian Saman juga tidak pernah dilakukan oleh seorang perempuan karena gerakannya yang keras. Sedangkan tarian Ratéb Meuseukat dilakukan oleh perempuan. Jika tari Saman biasanya tidak menggunakan instrument, sebaliknya tari Rateb Meuseukat ditemani oleh rapa’i dan geundrang.


5. Batik Indonesia


Selain Bali, masyarakat dubia mengenal Indonesia lewat Batik, bahkan UNESCO pun mengakui batik sebagai warisan budaya Indonesia, Tanggal 2 Oktober 2009 lalu.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan. Atau di kosongkan juga tidak ada masalah.

Diberdayakan oleh Blogger.